Cara Backup Database pada Server Linux

Sudah tahu bagaimana cara backup database dengan CLI? Berhubung beberapa hari ini saya melakukan backup untuk beberapa website, sekalian ditulis saja tutorialnya di panduaji.com ini. Biar blognya tetap update konten seputar hal-hal yang saya lakukan.

Pada kesempatan ini, saya mau berbagai tutorial bagaimana cara membuat backup database dari website yang ada di VPS. Kalau kamu cari VPS, bisa coba lihat VPS Vultr yang saya gunakan. Saya pakai yang $10/mo. Sudah lebih dari cukup untuk menjalanakn beberapa website.

Backup Database di VPS

Melakukan backup database sebaiknya rutin dilakukan. Untuk berjaga-jaga ada hal yang tidak diinginkan terjadi di VPS / Server, kita masih bisa mengembalikan hal-hal yang hilang. Toh untuk membuat backup blog sederhana sebenarnya bisa dilakukan kurang dari 10 menit saja

Proses pengerjaan 10 minutes

Login VPS via SSH

Hal pertama yang harus dilakukan tentunya adalah login ke VPS menggunakan SSH. Saya sebagai pengguna Linux Mint, hanya perlu membuka terminal kemudian ketik ssh username@ip-vps. Otomatis sudah login.

Cek Database

Setelah berhasil login ke VPS via SSH langkah selanjutnya adalah masuk ke mysql dan cek nama database yang akan dibackup. Kalau kamu sudah tahu nama databasenya bisa skip langkah ini. Kalau kamu belum tahu nama database yang mau di backup, ikuti beberapa langkah berikut ini

mysql -u namausermysql -p

Apabila ada error gagal karena permission denied, ada baiknya kamu coba tambahkan sudo sebelum mysql. Setelah berhasil masuk jalankan perintah berikut ini

SHOW databases;

Perintah ini akan memunculkan semua database yang ada. Ingat-ingat database mana yang ingin kamu backup.

Backup Database MySQL

Selanjutnya backup databasenya menggunakan perintah di bawah ini
mysqldump -u root -p namadatabase > /home/panduaji/backup-namadabatase-030121.sql
Perintah di atas berguna untuk membuat backup nama database di folder home/panduaji dengan nama file backup-namadabatase-030121.sql. Angka pada bagian akhir merupakan tanggal backupnya.

Nggak ada patokan pasti penamaan file, terserah kamu. Tapi adanya format seperti ini akan mempermudah kita ketika melakukan arsip backupan. Ada baiknya kamu juga mempertimbangkan penamaan filenya.

Download Database

Adakalanya kamu perlu mendownload database untuk disimpan di rumah. Namanya backup, buat cadangan. Cara paling gampang adalah memindahkan file sql ke root direktori menggunakan perintah mv /home/panduaji/backup-namadatabase-030221.sql /var/www/namawebsite.com/backup-database-030221.sql

Kamu bisa download dengan mudah menggunakan perintah wget https://namawebsite.com/backup-database-030221.sql.

Itulah cara membuat backup database dengan mudah. Sehingga kamu bisa memiliki cadangan backup yang bisa digunakan ketika suatu ketika vps mengalami kerusakan data. Sehingga kamu nggak perlu nagis datanya ilang semua. Hal ini sebenernya jarang terjadi, namun nggak ada salahnya untuk menanggulanginnya.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan. Kalau kamu punya pertanyaan juga, bisa tulis di kolom komentar. Nanti saya usahakan untuk menjawab pertanyaannya

Seberapa Sering Database di Backup?

Kalau menurutku tergantung seberapa sering website diupdate. Kalau setiap hari update konten cukup banyak, bisa backup konten harian. Kalau seminggu cuma sekali update, bikin aja backup sebulan sekali

Nelateni nganggur dengan menulis blog. Ikuti aku di Facebook, Instagram, Twitter maupun Linkedin

Artikel Terkait

Leave a Comment