Panduan Memilih Flashdisk

Mau beli flashdisk tapi bingung? Saya dulu juga pernah mengalami hal tersebut. Tapi kalau sekarang nggak bakalan bingung lagi sih karena udah punya banyak flashdisk di rumah. Sekarang Flashdisk memang bisa dibilang penting, saya pun hampir setiap bepergian selalu sedia flash disk di dalam tas. Sewaktu-waktu butuh bisa tinggal colokin.

Nah, kalau sekarang kamu sedang bingung mau beli flashdisk merk apa? Kapasitasnya berapa? Belinya dimana? Saya mau coba berbagi beberapa pertimbangan sebelum membeli flashdisk. Mirip-mirip lah dengan pertimbangan sebelum pasang wifi atau beli mifi yang sudah pernah aku tulis sebelumnya.

Ini penampakan beberapa flashdisk yang masih ada di rumah sampai saat ini. Yang dua sering aku pakai, sedangkan yang merah cuma buat pajangan karena usang dan kecepatan datanya kurang kenceng. Kelamaan nunggu kalau copy data pakai itu

Koleksi Flashdisk USB

Jadi, inilah beberapa pertimbangan yang biasanya saya lakukan sebelum membeli flashdisk

Kapasitas

Berapa kapasitas flashdisk yang sebenarnya kamu butuhkan? Perlukah sampai ratusan giga atau hanya puluhan giga. Kalau saya pribadi menggunakan flashdisk sebagai media penyimpanan yang temporary alias sementara. Cuma sebagai sarana memindahkan file dari komputer ke laptop atau sebaliknya. Bahkan terkadang juga memindahkan ke perangkat mobile

Jadi, saya tidak membutuhkan flashdisk dengan kapasitas diatas 100Gb. Sampai saat ini kapasitas flashdisk terbesar yang pernah saya beli adalah 32GB. Itu aja enggak pernah penuh kok. Jadi saya nggak punya cita-cita untuk membeli flashdisk dengan kapasitas di atas 32Gb.

Karena flashdisk dengan kapasitas 32Gb enggak pernah penuh. Kadang ada file yang sampai lama tertinggal di flashdisk juga aman-aman saja. Kalau data di atas 50Gb saya menggunakan hardisk eksternal

Saya juga punya flashdisk dengan kapasitas 8 dan 16GB. Biasanya saya gunakan untuk install linux mint apabila membutuhkan install ulang. Karena ukuran bootablenya enggak sampai 8Gb kok.

Transfer Data

Setelah menentukan kapasitas flashdisk yang mau dibeli, langkah selanjutnya adalah memilih flashdisk dengan kecepatan transfer data yang yahud. Males banget kalau kapasitas besar tapi transfer datanya lelet. Kelamaan nunggu setiap copy paste file. Karena ini cukup memakan waktu.

Jadi jangan heran kalau teman-teman menemukan di marketplace orang jualan flashdisk dengan kapasitas sama namun harga bisa terpaut cukup jauh. Baca spesifikasi flashdisknya untuk memastikan bahwa flashdisk yang kamu gunakan bisa cepat.

Kalau sekarang saya mau beli flashdisk baru, saya akan pastikan bahwa saya membeli flashdisk dengan teknologi USB 3.0. Kenapa? Karena kecepatan transfer datanya jauh di atas USB 2.0.

Dimana kecepatan transfer data USB 2.0 bisa mencapai 480 Mbps sedangkan USB 3.0 bisa sampai 4.8 Gbps. USB 3.0 memiliki kecepatan transfer data 10x lebih cepat dibandingkan USB 2.0

Port Flashdisk

Selain USB 3.0, saya juga akan membeli Flashdisk OTG dimana flashdisk tersebut memiliki 2 port. USB Type A dan USB Type C.

Saya menggunakan komputer dengan port type C dan laptop yang juga menggunakan type C. Namun saya juga masih menggunakannya untuk transfer ke komputer orang lain yang bisa jadi hanya memiliki port type A. Sehingga saya lebih suka membeli flashdisk dengan 2 port.

Mungkin kalau handphone yang kamu gunakan menggunakan port micro usb, kamu bisa beli flashdisk dengan port usb a dan micro usb. Siapa tahu mau mindahin file dari komputer ke hape dan sebaliknya.

Casing

Part selanjutnya adalah memilih casing. Kalau ini sebenarnya tergantung preferensi masing-masing. Siapa tahu ada yang beli flashdisk karena bentuknya lucu. Seperti ketika aku membeli flashdisk kingston versi shio china beberapa tahun lalu. Beli karena selain butuh ya lucu. Bisa buat pajangan di meja komputer

Kalau sekarang aku cari yang ada bentuknya kecil tapi jangan terlalu lembut. Kemudian syukur kalau ada tempat buat pasang tali. Siapa tahu perlu ada gantungannya. Hal ini untuk meminimalisir ketlisutnya flashdisk. Dan yang terakhir pilih casing yang cukup kokoh tapi gak perlu yang lebay.

Masa iya flashdisk mau dibanting / kelindes motor? Toh selama ini penggunaan flashdisk selalu saya masukkan ke dalam tas. Jadi flashdisk jatuh di motor memiliki kemungkinan yang sangat keciiiiil banget.

Merk Flashdisk

Yang terakhir dipilih adalah merk Flashdisk. Kalau dulu saya suka dengan merk kingston. Namun beberapa tahun terakhir ini saya lebih suka memilih merk flashdisk Sandisk. Kenapa sandisk? Sandisk merupakan anak perusahaan dari Western Digital yang memang cukup unggul di bidang storage.

Harga yang ditawarkan pun juga masih bisa dibilang murah jika dibandingkan merk-merk yang lain. Tapi kalau kamu punya pilihan merk lain ya dipersilakan. Flashdisk Kingston yang aku beli ketika masih kuliah pun sampai sekarang masih bisa digunakan dengan normal.

Bahkan flashdisk Kingston Data Traveler 4Gb yang aku beli di pameran komputer JEC pada tahun 2010 lalu sampai sekarang masih bisa digunakan untuk menyimpan lagu jaranan dan diputar di rumah rekan yang ada di pedesaan.

Rekomendasi Flashdisk

Kalau kamu tetep nekat mau minta rekomendasi flashdisk dari aku, berikut rekomendasi flashdisk yang mungkin bisa kamu beli dengan harga termurah dan yang paling penting adalah original. Karena belinya langsung dari official store di beberapa marketplace

  1. Sandisk USB Type C dan USB TYPE A – USB 3.1 64Gb (198rb)
  2. Sandisk USB Type A dan Micro USB – USB 3.1 32Gb (112rb)
  3. Kingston USB 3.2 Data Traveler 32 Gb (76rb)
  4. Samsung Duo 32Gb USB 3.0 (164rb)
  5. Transcend Jetflash 890 USB A & USB C 32 / 64 Gb (mulai 180rban)

Nelateni nganggur dengan menulis blog. Ikuti aku di Facebook, Instagram, Twitter maupun Linkedin

Artikel Terkait

Leave a Comment