Beda dan Fungsi Format Video XAVC, AVCHD, dan MP4

Di kamera sony a6000 ada 3 format video yang bisa dipilih, yaitu XAVC, AVHD dan MP4. Selama ini aku gak pernah mempermasalahkan format mana yang akan aku gunakan. Hingga akhirnya beberapa waktu lalu ada mendapatkan tawaran pekerjaan dari asumsi.co untuk melakukan perekaman video wawancara dengan narasumber yang ada di Blitar.

Salah satu hal yang baru buatku adalah format video XAVC yang diminta. Jadi kepo deh, apa itu XAVC dan bedanya dengan format lain yang ada di sony a6000. Karena selama ini aku menggunakan format AVCHD dan MP4 untuk semua video yang direkam.

Baca juga : Menggunakan lensa manual di mirrorless

Oleh karena itu, pada kesempatan ini aku mau berbagi informasi tentang perbedaan dan fungsi dari masing-masing format video yang terdapat di kamera sony a6000. Format ini sepertinya juga ada di kamera mirrorless sony lainnya.

Beda XAVC, AVHCD dan MP4

Secara garis besar, XAVC merupakan format video yang kualitasnya paling baik dibanding dua format lain. Selain itu juga bisa digunakan untuk merekam video dengan resolusi 4K. Berikut beberapa perbedaan mendasar antara format video XAVC, AVCHD dan MP4.

XAVC

XAVC merupakan format video yang diperkenalkan sony sejak tahun 2012. Tapi aku sendiri baru tahu ketika dapat kerjaan beberapa waktu lalu. Selama ini format mp4 dan AVCHD sudah lebih dari cukup untuk konten di youtube.

XAVC menawarkan kualitas gambar lebih bagus dengan bitrate tinggi, jadi gak heran kalau digunakan untuk produksi profesional. Karena dapat mempermudah editing video. Untuk itu, ada konsekuensi yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk menggunakan format ini

  • Memory card harus memiliki kecepatan tinggi untuk merekamnya. Minimal class 10. Namun anehnya, ketika kemarin menggunakan memory card 32 Gb class 10, ada pesan error kalau memory card tidak mendukung. Setelah browsing, paling tidak harus menggunakan memory card 64Gb. Aku gak tahu kenapa.
  • Butuh spesifikasi komputer / laptop editing yang mumpuni untuk menangani footage video yang berukuran gede.

Jadi kalau cuma bikin video youtube pribadi, menurutku terlalu berlebihan menggunakan format ini. Kecuali kalau kamu sudah termasuk youtuber kondang dengan silver play button ya beda lagi ceritanya.

AVCHD

Advanced Video Coding High Definition merupakan format file yang sudah jadul ternyata, digantikan oleh XAVC. Kebetulan format ini yang cukup sering aku gunakan selama ini dengan file ekstensi MTS. Aku gak pernah mengalami hal buruk dengan file format ini. Gak ada cerita missing file atau gak terbaca. Aku pakai software editing Blender dan Davinci Resolve.

Namun di banyak kasus, banyak editor yang bermasalah dengan file MTS. Bahkan beberapa menyarankan untuk mengkonversi terlebih dahulu ke format lain seperti MP4. Jadi render 2 kali kalau gini.

Dengan kualitas video yang sedikit di atas MP4 dan di bawah XAVC. Baik XAVC, AVCHD dan MP4 codec H264. Format AVCHD lebih cocok digunakan untuk produksi konten televisi, karena hanya format ini yang mendukung interlace. Tapi sebenarnya dengan XAVC kita bisa memberikan interlace saat export videonya.

Jadi sepertinya aku akan mulai meninggalkan format ini, begitupun kamu yang saat ini masih menggunakan format ini lebih baik mulai meninggalkannya. Hehe

MP4

MP4 merupakan format video yang paling ramah untuk para youtuber, karena disarankan langsung oleh youtube. Baca di sini. Untuk video fullHD 30 fps cukup dengan bitrate 8Mbps, kalau mau sekitar 60fps tinggal naikin bitrate di 12Mbps.

Ukuran file relatif lebih kecil dibanding dua format video yang sudah dibahas di atas. Sehingga lebih ringan ketika diedit menggunakan komputer / laptop yang memiliki spesifikasi pas-pasan.

Jadi, daripada menggunakan format file yang terlalu berlebihan. MP4 dengan resolusi FullHD sudah lebih cukup untuk konten video saat ini. Kalau aku pribadi gak bakalan streaming menggunakan 4K. Selain koneksi internet yang belum nyaman untuk streaming 4K, gak semua layar yang ada support untuk muter video 4K.

Jadi Mau Pilih Format Video apa untuk Youtube?

Setelah mempelajari ulang tentang format video ini, aku akan menggunakan format MP4 untuk perekaman video. Karena produksi konten hanya untuk youtube aja. Kecuali kalau ada produksi yang mengharuskan format lain.

Namun dari apa yang aku lihat, hasil dari MP4 dari kamera sony a6000 gak begitu bagus dan masih kurang sip kalau buat konten di

Kalau kamu sih terserah mau pakai format apa untuk proses editing.

Bagikan tulisan ini di

Leave a Comment