Mending Iphone atau Android? Sebuah Pergolakan Batin

iphone atau android

Beli iphone atau android? Pertanyaan yang menimbulkan pergolakan batin luar biasa. Setidaknya butuh waktu lebih dari 6 bulan hingga akhirnya saya memutuskan untuk membeli Iphone SE 2020 untuk menggantikan Samsung Galaxy A50 yang sudah saya gunakan sebagai ponsel utama sejak dua tahun lalu.

Setelah menggunakan iphone lebih dari delapan bulan, akhirnya saya berani menulis artikel tentang pergolakan batin antara membeli iphone atau android. Kalau kamu sedang bingung untuk membeli handphone, saya juga pernah menulis panduan memilih handphone.

Iphone atau Android?

Beli iphone atau android?

Ini seperti memilih sistem operasi, saya pengguna Linux, Windows sekaligus MacOS. Di komputer rumah saya menggunakan Linux dan Windows. Linux saya gunakan setiap hari untuk bekerja. Beruntung ada Windows gratis yang bisa saya gunakan untuk urusan perpajakan.

Sampai saat ini saya masih menggunakan handphone Android dan iPhone. Iphone saya gunakan sebagai ponsel utama sedangkan android untuk ponsel kedua meski lebih sering saya tinggal di rumah dibanding bawa ketika mobile. Saat ini saya cukup puas menggunakan iphone untuk kegiatan sehari-hari.

Saya akan coba bahas beberapa hal yang membuat saya suka dengan iphone dan hal yang membuat saya tidak suka dengan iphone.

Kenapa Suka iPhone?

Setelah delapan bulan lebih mencoba memakai iphone, berikut beberapa hal yang membuat saya suka memakainya iphone untuk berbagai macam kegiatan saya saat

Kualitas Foto & Video Mumpuni

Foto menggunakan iphone SE 2020
Foto menggunakan iphone SE 2020 tanpa editing (cuma resize ukuran aja)

Kualitas foto dan video di iphone bisa dibilang cukup mumpuni. Terkadang saya enggak perlu memindahkan foto / video ke komputer maupun laptop untuk proses editing. Bahkan kadang nggak perlu diedit sudah cukup buat postingan di instagram maupun tiktok.

Sebagai konten kreator di platform media sosial, kualitas foto dan video merupakan salah satu faktor yang cukup penting. Menggunakan iphone untuk pengambilan foto maupun video promosi sudah cukup. Sehingga bisa jualan jasa produksi konten foto / video lebih murah untuk kalangan yang membutuhkan harga ekonomis.

Memakai iphone membuat saya bisa memotong waktu produksi konten dengan kualitas gambar yang sudah cukup baik untuk kebutuhan sosial media. Nggak perlu harus bawa kamera, pindah file ke komputer, editing dengan komputer dan sejenisnya.

Jarang Rewel

Bisa dibilang sangat jarang rewel dibandingkan Android yang bertahun-tahun saya pakai. Selama pemakaian, mungkin hanya 1 / 2 kali saya melakukan hard restart. Aplikasi sangat jarang hang. Ini salah satu kelebihan dari model bisnis tertutup ala apple yang menjalankan industri dari hulu hingga hilir.

Ekosistem tertutup yang digunakan oleh apple memang mengekang kebebasan penggunanya, namun disisi lain juga ada manfaat yang dirasakan user.

Kemudahan Pengaturan Privasi

Pengaturan privasi di perangkat iphon ini menurutku jauh lebih mudah dibandingkan dengan android. Meski setiap apps bisa diatur, namun nggak tau kenapa rasanya tetap lebih mudah menggunakan iphone untuk pengaturannya dibandingkan android. Bahkan apabila sebuah apps meminta akses lokasi atau semacamnya. Selalu ada notifikasi ke user.

Selalu ada pilihan don’t not track yang sepertinya nggak ada di perangkat android. Jadi jangan heran kalau beberapa bulan belakangan ini ketika check timeline di google maps. Nggak pernah kemana-mana.

Editing Foto & Video Lumayan

Seperti pada poin pertama, bahwa saya nggak perlu memindahkan file ke komputer maupun laptop untuk melakukan proses editing. Semua bisa langsung dikerjakan di perangkat iphone. Tanpa ada gangguan sama sekali. Setidaknya sudah cukup untuk menunjang pekerjaan saya saat ini.

Ini poin yang sangat memudahkan perkerjaan kami di berdikaristudio, ketika membuat konten media sosial untuk beberapa klien. Terutama yang ada di wilayah Blitar dan sekitarnya.

Hampir Nggak ada Bloatware

Bisa dibilang iphone itu hampir nggak ada bloatware pihak ketiga. Bloatware merupakan satu hal yang saya benci di Android. Biassanya nggak bisa diuninstall pula. Meskipun ada aplikasi bawaan iphone yang nggak pernah saya gunakan sama sekali sampai saat ini seperti watch, health, podcasts, books, home.

Awet

Karena saya baru menggunakan iphone selama 8 bulan, mungkin belum bisa mengatakan bahwa iphone itu awet. Namun dari beberapa teman pengguna perangkat iphone lawas, mereka bilang iphone itu awet. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggunakan iphone di atas 3 tahun.

Sedangkan saat saya menggunakan perangkat android salah satu brand popular, setiap tahun bisa dibilang ganti. Karena sudah super duper lemot. Padahal data yang disimpan juga nggak terlalu besar. Setelah itu mencoba Samsung Galaxy A50, bertahan sampai 2 tahun hingga kinerjanya tak lagi mumpuni untuk menunjang pekerjaan.

Saya juga berharap bahwa dengan menggunakan iphone ini saya bisa menghemat untuk tidak membeli handphone selama empat tahun kedepan sih. Karena bujet yang digunakan untuk beli iphone ini sama dengan bujet beli handphone sebanyak 3 – 4 kali.

Kenapa Enggak Suka iPhone?

Iphone bukanlah produk yang sempurna di mata saya, ada banyak kekurangan yang terkadang membuat saya sebal sama seperti handphone android. Berikut beberapa hal yang membuat saya kurang suka dengan handphone iphone ini.

Kapasitas Baterai Kecil

Bisa dibilang baterai iphone ini kecil, kurang dari 2000mAh. Jadi jangan heran kalau pas handphone digunakan seharian penuh untuk riset konten di tiktok, merekam video hingga editing. Perlu di charge. Ini kelemahan yang belum ada solusi konkrit untuk pengguna iphone lawas.

Beda lagi kalau sudah pakai iphone 13 pro max yang kapasitas baterainya ada di atas 2000mAh semua. Penggunaan handphone bisa lebih lama dibanding para pendahulunya seperti iphone SE dan iphone 8 plus yang kami gunakan di studio.

Kompabilitas

Bisa dibilang iphone memang agak rempong, kompabilitas sesama produk apple mungkin sangat baik tetapi dengan produk lain tidak cukup baik. Mulai dari penggunaan USB Lighting daripada USB C yang lebih universal. Jadi butuh banyak aksesoris tambahan yang harganya juga lumayan mbencekno seh :))

Bayangin aja, USB C 32 Gb itu harganya ada di kisaran 100ribuan. Kalau Flashdisk dengan USB Lighting harganya ada di kisaran 400 ribuan. Udah rempong, tetapi mahal. Pinjem charger kalau lagi di luar juga nggak bisa sembarangan gegara portnya USB Lighting. Coba kalau pakai C, ada banyak yang punya :)).

Harga

Nggak bisa dipungkiri kalau harga dari perangkat iphone ini memang lebih mahal. Bahkan dengan spesifikasi yang jika dibandingkan android itu sangat jauh. Nggak salah kalau iphone memang dikatakan mahal. Saya beli iphone SE 2020 yang 64 GB aja dibanrdol dengan harga 8jutaan.

Jadi, iPhone atau Android?

Kalau ditanya pilih iphone atau android, jawabannya itu RELATIF. Pada dasarnya nggak ada sesuatu yang mutlak benarnya, semua berdasarkan situasi dan kondisinya. Jadi kalau ditanya mending beli iphone atau android ya balik lagi ke TERGANTUNG.

Tergantung kebutuhan masing-masing orang. Kalau kamu orang yang membutuhkan perangkat dengan kemampuan kamera apik, performa sistem stabil dan didukung dana yang cukup. iPhone bukanlah pilihan yang akan membuatmu menyesal. Apalagi kalau pekerjaan sehari-harimu membutuhkan dukungan teknis dari kamera yang bagus, iphone merupakan salah satu investasi yang baik.

Tapi kalau cuma buat gegayaan, dengan bujet yang pas-pasan. Lebih bijak kalau memilih menggunakan android saja dengan fungsi seperlunya saja.

Lagi-lagi sebenarnya semua disesuaikan dengan kebutuhan. Apabila itu dapat menunjang produktivitasmu, nggak ada salahnya untuk menjadikan handphone sebagai salah satu instrumen investasi yang produktif. Tapi kalau cuma untuk konsumtif, mending handphone yang secukupnya saja.

Saya butuh waktu hingga 6 bulan sebelum memutuskan membeli iPhone. Riset dengan membaca banyak referensi dan mendengar cerita dari teman-teman yang menggunakannya. Jadi sekarang terserah kamu, mau beli iphone atau android.

Saya termasuk orang yang tidak menyesal membeli iphone untuk menunjang produktivitas. Kalau kamu gimana?

Update Agustus 2023

Sampai tahun 2023 ini saya masih tetap menggunakan Iphone SE. Sedangkan tim dikantor saat ini yang tadinya menggunakan iphone 8 plus kini sudah upgrade menggunakan iPhone 11 dengan fitur wide lens untuk pengambilan foto maupun video.

Update 2024

Saat ini saya menggunakan iphone 13 256 setelah mendapatkan barang bekas dalam kondisi bagus, dijual dengan harga murah dan bisa dikredit. Iphone SE yang saya gunakan masih dipakai untuk editing video. Nggak ada masalah ketika digunakan untuk editing video setiap harinya.

FAQ

Ada beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan oleh teman-teman terkait pemilihan handphone ini. Berikut saya coba rangkum dalam FAQ

Secara teori memang baterai iphone itu kecil sehingga lebih boros. Namun dalam pemakaian hariannya, ternyata penggunaan daya iphone bisa dibilang jauh lebih optimal dibandingkan android. 1800mAh di iphone hanya perlu charge sehari sekali kalau gak buat nonton video lama. Android pun demikian, hampir perlu di charge setiap hari padahal kapasitas baterainya bisa sampai 4000mAh

Kalau ini sebenarnya disesuaikan saja dengan kemampuan. Pilih versi iphone yang kebagian jatah update software hingga 2 – 3 tahun kedepan. Jangan beli yang terlalu lama, takutnya dukungan aplikasi pada handphone juga segera berakhir. Di tahun 2024 ini, kalau beli iphone second mending iphone 13 deh.

Bagikan:

Tags

Related Post

Leave a Comment