Pengalaman Klaim Garansi Lensa Sony

Beberapa waktu lalu saya melakukan klaim garansi sony untuk produk Lensa Sony E 35mm F1.8 yang baru saya beli pada bulan Maret 2021. Padahal lensa ini baru menemani saya selama 3 – 4 bulan, tapi kok ya ndilalah rusak dan nggak bisa dipakai lagi. Di satu sisi saya sedih karena lensa ini rusak, di sisi lain saya juga seneng karena garansi masih berlaku.

Pada kesempatan ini saya mau menulis pengalaman saya klaim garansi sony lens yang ternyata mudah sehingga sekarang lensanya sudah bisa dipakai untuk foto-foto lagi.

Kerusakan Pada Lensa

Beberapa waktu lalu saya mengalami masalah ketika memasang lensa Sony E 35mm F1.8 pada kamera Sony A6000. Muncul dash / garis minus jejer dua pada bagian F / Aparture. Selain itu terdengar suara motor lensa sedang mencari sesuatu. Padahal baru dipasang dan nggak ngapa-ngapain

Akhirnya saya coba troubleshoting dan ternyata ada dong di website resmi sony yang menceritakan masalah ini. Kamu bisa baca di sini. Katanya, lensa tidak bisa terhubung dengan kamera. Solusinya adalah dengan membersihkan pin pada lensa dari kotoran.

Saya sudah melakukannya, ternyata masih tetap belum bisa. Dari situ akhirnya saya konsultasi ke teman fotografer. Dia menyarankan untuk membawanya ke service center Sony terdekat. Ndilalah kersane ngalah sedang ada PPKM di berbagai kota. Akhirnya saya urungkan untuk pergi karena memang belum ada rencana keluar kota yang urgent selama PPKM.

Klaim Garansi Sony di Surabaya

Klaim Garansi Sony di Surabaya

Akhir Agustus saya melakukan perjalanan ke Surabaya bersama rekan kerja. Mending mampir ke Sony Service Center sekalian biar segera bisa digunakan untuk foto produk jualan lagi. Beberapa teman fotografer di Surabaya menyarankan untuk langsung ke daerah Klampis, Surabaya yang nggak jauh dari tempat saya kuliah dulu.

Lokasi service center sony di Surabaya berada di Ruko Klampis Megah Blok G-10. Cari aja di Google Maps, ada kok.

Syarat Klaim Garansi

Oh iya, untuk klaim garansi saya membawa beberapa hal berikut ini (Memang harus dibawa sih)

  • Unit Lensa yang rusak (kalau gak dibawa gimana benerinnya?)
  • Kartu Garansi yang masih berlaku
  • Nota Pembelian

Kurang lebih 3 hal di atas yang harus kamu bawa untuk bisa klaim garansi sony resmi. Tanpa kartu garansi dan nota pembelian, sepertinya nggak bisa buat klaim garansi. Garansi resmi untuk produk Sony rata-rata dihitung 1 tahun setelah nota pembelian.

Dalam beberapa kasus mungkin ada hal tambahan lain yang perlu dicek. Kalau klaim garansinya lensa seperti yang saya alami. Cukup dengan ketiga hal di atas untuk klaim garansi. Mungkin bisa dibilang saya cukup beruntung karena lensa ini rusak dalam masa garansi. Kalau sudah nggak dalam masa garansi, cuma jadi pajangan di rumah aja.

Untuk memutuskan kerusakan, perlu dianalisa terlebih dahulu. Ada dua opsi yang mungkin dilakukan, yaitu penggantian sparepart apabila memungkinkan. Yang kedua adalah penggantian untit lensanya. Durasinya juga tergantung stock spare partnya. Estimasi sekitar 2 minggu apabila perlu menunggu sparepart datang.

FAQ

Beberapa pertanyaanku yang terjawab langsung ketika datang ke lokasi

Bisa Service / Klaim Garansi via Pengiriman?

Ternyata BISA saudara-saudara! Tahu kalau bisa saya nggak perlu nunggu waktu ke Surabaya buat servis kameranya. Waktu barang selesai pun juga bisa dikirim bund! Jadi nggak perlu ke Surabaya untuk mengambil barang yang selesai di service!

Berapa Lama Service?

Tergantung kerusakan dan ketersediaan spare part yang digunakan

Biaya Klaim Garansi?

Tidak perlu membayar sepeserpun untuk klaim garansi lensa sony punya saya yang rusak. Paling saya cuma bayar ongkir lensa yang dikirim ke rumah.

Berapa WA Sony Surabaya

Untuk menghubungi service center sony di Surabaya, bisa whatsapp di nomor +62 821-3272-0696

Apa saja yang bisa di servis?

Hampir semua produk sony bisa kecuali handphone, karena sony sudah enggak jualan handphone di Indonesia. TV, Kamera Digital, Kamera Mirrorless, Kamera DSLR, Lensa, Playstation bisa dilayani sepertinya. Lebih baik langsung hubungi customer service melalui whatsapp untuk mengetahuinya.

Nelateni nganggur dengan menulis blog. Ikuti aku di Facebook, Instagram, Twitter maupun Linkedin

Artikel Terkait

Leave a Comment